Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2022

Cerpen - Dengarkan

 Siti menatap buah hatinya yang sedang bermain pasir sendirian, menyerok pasir dengan serokan berukuran kecil dan ditaruh ke beberapa mainan lainnya, ditaruh ke atas replika truk pasir, dan mobil semen berbahan plastik. Tampak buah hatinya tersenyum seakan telah selesai mengerjakan tugas yang sulit. Tanpa sadar ujung bibirnya ikut tersenyum, kebahagiaan memang menular. Namun, rasa bahagia itu tiba-tiba berubah 180 derajat saat pikirannya malah terlempar ke momen-momen di rumah bersama teman hidupnya. Pikiran manusia ini memang kompleks, ada saja waktu pikiran berganti menjadi sesuatu yang tidak mengenakkan. Siti sadar bagaimana komunikasi nya dengan sang suami akhir-akhir ini tidak sehat. Setiap hari suami nya bangun siang ketika dia sudah akan mengantarkan sang anak ke sekolah, dan pulang malam hari, saat dia dan anaknya sudah terlelap. Bukannya tidak bersyukur, tapi bukannya untuk perempuan bercerita tentang hari-harinya itu hal yang penting? “Mengapa tidak kau mulai saja per...